Oleh: sigitwidodo | 30 Juni 2011

Gerbong Nomor Tiga

Gerbongku berada nomor empat dari belakang. Entah mengapa disebut gerbong bisnis nomor tiga. Kata seorang pria yang duduk di sampingku, gerbong paling belakang memang bukan gerbong penumpang.

Entahlah. Aku tadi tak memperhatikan gerbong apa yang ada di rangkaian terakhir kereta ini. Begitu kereta masuk di Stasiun Purwokerto, aku bergegas mencari gerbongku dan menyamankan pantat di bangku 14 D. Persisnya tak lama setelah mengusir dengan halus orang yang menduduki bangkuku itu dan memutar sandarannya ke arah depan. Baca Lanjutannya…

Oleh: sigitwidodo | 20 Oktober 2010

Mengapa Saya Menolak Timur Pradopo?

Pada 19 Oktober 2010, DPR akhirnya menyetujui pencalonan Komisaris Jenderal Timur Pradopo sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). Beritanya terpinggirkan, atau memang sengaja dipinggirkan, oleh hiruk-pikuk pencalonan Soeharto sebagai pahlawan nasional dan satu tahun pemerintahan SBY-Boediono.

Tulisan ini sebenarnya ingin saya buat pekan silam, usai Timur menjalani fit and proper test di DPR. Namun baru sekarang saya bisa menulisnya. Better late than never, kata orang Inggris. Jadi, sementara orang lain sudah pindah ke isu satu tahun pemerintahan SBY-Boediono, perkenankan saya masih berkutat pada soal usang ini. Baca Lanjutannya…

Oleh: sigitwidodo | 10 Oktober 2010

Berbohong tentang Subsidi

Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah berteriak-teriak tentang penggunaan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melonjak empat kali lipat dibandingkan angka tahun lalu. Karena itu, pemerintah akan berusaha mengurangi penggunaan “BBM bersubsidi”. Artinya, masyarakat tidak bisa seenaknya lagi membeli Premium dan Solar yang sebetulnya juga sudah tidak murah lagi.

Media massa kemudian memperkuat teriakan-teriakan ini. Selama beberapa waktu, pemberitaan dan wacana pembatasan penggunaan “BBM bersubsidi” memenuhi media cetak, online, dan elektronik.

Namun, benarkah BBM saat ini masih disubsidi? Selama bertahun-tahun, ekonom senior, Doktor Kwik Kian Gie, mati-matian berusaha menjelaskan bahwa paradigma subsidi yang digunakan pemerintah saat ini terlalu berdasarkan pemikiran pasar bebas. Dalam pola pikir pemerintah sekarang, Premium dan Solar adalah “BBM bersubsidi” karena dijual di bawah harga pasar dunia. Baca Lanjutannya…

Oleh: sigitwidodo | 10 Oktober 2010

Citra Tertindas Calon Presiden

Dalam usia demokrasinya yang masih muda, Indonesia telah menciptakan sejumlah perubahan signifikan. Tiga belas tahun silam mungkin tidak pernah terbayangkan rakyat Indonesia dapat memilih presidennya secara langsung. Semasa Orde Baru berkuasa, dalam Pemilu rakyat hanya diperbolehkan memilih tiga gambar yang menyimbolkan dua partai politik dan satu golongan karya. Prosentase hasil pilihan itu akan mendudukkan 400 orang di kursi parlemen. Rakyat tidak tahu siapa yang akan didudukkan di 400 kursi itu. Kemudian, presiden berkuasa akan menunjuk 100 orang untuk mewakili militer dan kepolisian. 500 orang inilah yang disebut sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Kemudian presiden berkuasa akan menunjuk lagi 500 orang sebagai wakil utusan golongan dan utusan daerah. Ditambah dengan 500 orang anggota DPR tadi, mereka disebut sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Seribu orang anggota MPR inilah yang kemudian berhak memilih presiden untuk masa jabatan selanjutnya.

Enam puluh persen anggota MPR ditunjuk oleh presiden yang berkuasa. Hanya 40 persen sisanya yang dipilih melalui Pemilu. Itupun bukan pemilu yang jujur dan adil. Jadi maklum saja kalau seorang presiden bisa terus-menerus terpilih kembali sampai tujuh kali. Baca Lanjutannya…

Oleh: sigitwidodo | 30 September 2010

Genjer-genjer

Genjer-genjer merupakan lagu populer berbahasa Osing, bahasa lokal Banyuwangi, Jawa Timur. Lagu ini diciptakan seniman dari daerah tersebut, Muhammad Arief, pada 1940-an, terinspirasi kondisi Rakyat Indonesia semasa pendudukan Jepang (1942-1945). Karena kekurangan  bahan makanan, rakyat mulai mencari tanaman genjer yang saat itu tumbuh pesat sebagai gulma sawah untuk dijadikan bahan pangan.

Genjer-genjer nong kedo’an pating keleler

Ema’e thole teko-teko mbubuti genjer Baca Lanjutannya…

Oleh: sigitwidodo | 2 Agustus 2010

SBY Melanggar UUD 1945

Untuk menyambut datangnya Agustus, bulan kemerdekaan Bangsa Indonesia, hari ini saya berkicau di Twitter tentang pelanggaran-pelanggaran konstitusi yang dilakukan oleh rezim saat ini.

Berikut kicauan saya copy paste dari www.twitter.com/sigitwid Baca Lanjutannya…

Oleh: sigitwidodo | 24 Juni 2010

Perbincangan Saat Kuis

Hari ini, saya mengadakan kuis untuk mata kuliah Jurnalisme Online di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila. Dalam kuis yang diikuti 10 dari 26 orang mahasiswa ini, terlontar beberapa perbincangan yang sempat saya tulis sebagai posting twitter dan sekarang saya salin di sini:

“Ya, halo.. Cepetan, lagi kuis”

“Pak, jawabannya boleh ngacak, ya?”
“Boleh. Yang nggak boleh kalau jawabannya salah”. Baca Lanjutannya…

Oleh: sigitwidodo | 26 Mei 2010

Robin Hood

Sudah cukup lama sejak terakhir kali saya menulis catatan tentang film. Terakhir kali saya melakukannya untuk film “Australia” yang saya nikmati di awal 2009.

Entah kenapa film “Robin Hood” yang saya tonton kemarin membuat saya ingin membuat sebuah catatan kecil ( tentu saja kalau membuat sebuah catatan pinggir, saya bisa dituduh melanggar hak cipta seseorang ^_^ ). Baca Lanjutannya…

Oleh: sigitwidodo | 11 Mei 2010

Negaraku…

Negaraku carut-marut
Pejabatnya cuma bisa mikirin perut
Sama urusan bawah perut

Masalah dibiarkan centang-perenang
Yang penting para cukong senang

Tak apa rakyat tak makan
Yang penting bapak bisa punya istri delapan Baca Lanjutannya…

Oleh: sigitwidodo | 10 Mei 2010

Oalah, Sri..

Sri.. Sri.. Kamu kok makin ngetop saja to, Sri?
Tiap hari jadi berita koran di halaman satu
Masuk tivi
Dipuja-puji, bagai dewi suci

Sri.. Sri.. banyak yang mencalonkan kamu jadi pemimpin negeri
Tak lagi peduli dengan Century Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.