“Genjer-genjer“ merupakan lagu populer berbahasa Osing, bahasa lokal Banyuwangi, Jawa Timur. Lagu ini diciptakan seniman dari daerah tersebut, Muhammad Arief, pada 1940-an, terinspirasi kondisi Rakyat Indonesia semasa pendudukan Jepang (1942-1945). Karena kekurangan bahan makanan, rakyat mulai mencari tanaman genjer yang saat itu tumbuh pesat sebagai gulma sawah untuk dijadikan bahan pangan.
Genjer-genjer nong kedo’an pating keleler
Ema’e thole teko-teko mbubuti genjer
Ema’e thole teko-teko mbubuti genjer
Oleh satenong mungkur sedot sing toleh-toleh
Genjer-genjer saiki wis digowo mulih
Genjer-genjer esuk-esuk didol neng pasar
Genjer-genjer esuk-esuk didol neng pasar
Dijejer-jejer diuntingi podo didasar
Dijejer-jejer diuntingi podo didasar
Ema’e Jebeng podo tuku gowo welasar
Genjer-genjer saiki wis arep diolah
Hanya karena sering dinyanyikan oleh anggota-anggota Partai Komunis Indonesia (PKI), lagu ini dilarang oleh rezim militer Orde Baru yang berkuasa di Indonesia pada periode 1966-1998.
Berikut link untuk mengunduh file mp3 lagu “Genjer-genjer” yang dinyanyikan oleh Bing Slamet dan Lilis Surjani: